Tampilkan postingan dengan label Petualangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petualangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2013

ICE AGE 4


ICE AGE 4

Tanggal rilis: 13 Juli 2012
Genre: Animasi, Komedi
Durasi: 94 menit
Sutradara: Steve Martino, Mike Thurmeier
Pemain: Ray Romano, Denis Leary, John Leguizamo, Queen Latifa
Studio: Blue Sky Studios, 20th Century Fox
Film animasi makin banyak digemari masyarakat, di antaranya serial film Ice Age yang menarik untuk ditonton oleh segala usia. Setelah sukses di film Ice Age sebelumnya, kali ini hadir kembali Film Ice Age 4 : Continental Drift. Ceritanya masih nggak jauh dari film-film Ice Age sebelumnya. Masih menceritakan petualangan trio hewan purba kocak Manny, Sid, dan Diego. Setelah berpetualang pada masa dinosaurus dalam Ice Age 3 : Dawn of the Dinosaurs, kini mereka akan menghadapi masa dimana daratan bumi terpisah menjadi beberapa benua (Continental Drift). Selain jalan cerita nya menarik, film produksi 20TH Century Fox ini masih bernuansa lucu dan kocak.
Cerita berawal dari Scrat si tupai bertaring tajam yang masih mengejar buah kenari. Akibatnya, secara nggak sengaja dia meretakkan benua Pangaea, menjadi beberapa bagian. Manny terpisah dari keluarga tercinta, dia meninggalkan istrinya Ellie dan putrinya Peaches. Begitu pun dengan Diego dan Sid yang ikut bertualang dengan Manny karena terpisah dari kelompoknya. Peaches benar-benar merasa kecewa terhadap dirinya sendiri karena sebelum daratan es retak yang menyebabkan mereka terpisah, Peaches sempat membangkang Manny karena melarang Peaches berhubungan dengan Ethan.

Hachiko lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Oshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate.
Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh Profesor Hidesaburo Ueno, yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun.
Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store. Setiap Profesor Ueno berangkat bekerja melalui Stasiun Shibuya yang dekat rumahnya, Hachi selalu mengantar kepergiannya di pintu rumah, kadang-kadang hingga Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.
Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang dan tidak mau makan selama tiga hari.
Hingga 1927, Hachi berpindah-pindah majikan, namun berperilaku seolah-olah masih menantikan Profesor Ueno. Bahkan setiap hari pergi ke Stasiun Shibuya, menunggu kepulangan majikannya.
Pada 1932, kisah Hachi yang menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saito menulis kisah sedih tentang Hachi dan dikirimkan ke Harian Tokyo Asahi Shimbun.
Kisah Hachi kemudian dimuat dengan judul Itoshiya roken monogatari (Kisah Anjing Tua yang Tercinta). Publik Jepang akhirnya mengetahui kisah kesetiaan Hachi hingga membuatnya terkenal. Sejak itu, akhiran “ko” (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi dan orang-orang memanggilnya Hachiko.

 
Setelah kematiannya pada 8 Maret 1935, opset (bagian yang diawetkan) tubuh Hachiko disimpan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Tokyo. Hachiko dimakamkan dekat makam Profesor Ueno, di Permakaman Aoyama.
Sejak 1937, kisah Hachiko dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).